Sebuah kalimat yang terlintas di malam hari saat duduk termenung dibawah pohon.
sebuah kalimat yang terlontar karena sebuah peristiwa yang baru saja saya alami.
sebuah kalimat yang meluncur tiba-tiba saat memandangi ban sepeda motor saya.
sebuah kalimat yang terlahir karena desakan hati yang punya satu keinginan saja yaitu pulang kerumah..
sebuah kalimat yang keluar dari otak karena satu tujuan, bertemu dengan ayah dan ibu..
yaa... sebuah kalimat yang memang membuat tekad kuat terlahir...
jum'at, 09 desember 2011.
karena sebuah niat, keinginan dan tekad yang bulat, apapun akan saya lakukan.
sebuah niat untuk menginjakkan kaki disebuah tempat yang sudah berdiri tegak sejak saya kecil.
sebuah niat untuk bertemu dengan kedua orang yang telah membesarkan saya hingga segedhe ini.
sebuah niat untuk meminta do'a restu kepada ayah dan ibu untuk sidang ujian minggu depan.
sebuah niat untuk sedikit melepaskan penat dengan hiruk pikuk suasana kota.
yaa.. semua terjadi karena saya hari ini berniat untuk pulang kerumah. :)
singkat cerita, pulang kuliah sekitar jam 18.00 saya nekat pulang dengan membawa si merah-hitam ku. sebenarnya waktu di parkiran kostn, saya sudah merasakan ada something trouble dengan sepedaku. saya cek ban belakang, eh ternyata bannya saya bocor. dan begonya lagi gitu tetep saya naiki selagi nyari tukang tambal ban. gag terlalu jauh dari kostn, ada tukang tambal ban, saya sodorkan saja sepeda saya ke mas tukangnya.
-beberapa menit kemudian-
mas tukang : "mbak, ini bannya gag bocor lagi, rusak dan harus diganti"
saya : "lho iya ta mas..? waduh.. kalo ganti ban berapa mas? lama gag mas?"
(cuma mikir : nyampek rumah jam berapa ini mana pulang sendiri)
mas tukang : "ganti ban 35 ribu mbak, gag lama kog, cuma bentar"
saya : "ya west mas, ganti aja"
(mikir lagi : kalo gag digantipun masak bisa jalan sepedaku, lhawong ban wes hancur jaya gitu.. hha)
-beberapa menit kemudian-
selagi mas tukangnya benerin, yang ada dipikiran saya: pulang apa gag ya? kalo pulang ntar kemaleman, jalanan sepi, pulang gag ya? pulang gag ya..?
setelah mas tukangnya mengoperasi ban saya, sayapun mengecek kondisi ban saya. dan ternyataa...
tidaakk... stiker ban sepedaku sebagian ada yang ngelupas..haishhh,,>_<
dengan berat hati saya memberikan uang kepada mas tukangnya, berat hati karena mas nya telah menghancurkan stiker di ban saya, dan berterimakasih juga telah meng-operasi ban sepeda saya dan perjalanan tetap saya lanjutkan,, Pulanggg......... :D
dan untung saja, saya nyampek di rumah ayah dan ibu belum pulang, jadi untuk kali ini, pulang malem saya terselamatkan.. :P
dimana ada niat, di situ pasti ada jalan...



aku mampir aku mampir aku mampir
BalasHapusblog mu apa pin? sini tak kunjungi e.. :P
BalasHapus