Minggu, 11 Desember 2011

dimana ada niat, di situ pasti ada jalan...

Sebuah kalimat yang terlintas di malam hari saat duduk termenung dibawah pohon.
sebuah kalimat yang terlontar karena sebuah peristiwa yang baru saja saya alami.
sebuah kalimat yang meluncur tiba-tiba saat memandangi ban sepeda motor saya.
sebuah kalimat yang terlahir karena desakan hati yang punya satu keinginan saja yaitu pulang kerumah..
sebuah kalimat yang keluar dari otak karena satu tujuan, bertemu dengan ayah dan ibu..
yaa... sebuah kalimat yang memang membuat tekad kuat terlahir...

jum'at, 09 desember 2011.
karena sebuah niat, keinginan dan tekad yang bulat, apapun akan saya lakukan.
sebuah niat untuk menginjakkan kaki disebuah tempat yang sudah berdiri tegak sejak saya kecil.
sebuah niat untuk bertemu dengan kedua orang yang telah membesarkan saya hingga segedhe ini.
sebuah niat untuk meminta do'a restu kepada ayah dan ibu untuk sidang ujian minggu depan.
sebuah niat untuk sedikit melepaskan penat dengan hiruk pikuk suasana kota.

yaa.. semua terjadi karena saya hari ini berniat untuk pulang kerumah. :)
singkat cerita, pulang kuliah sekitar jam 18.00 saya nekat pulang dengan membawa si merah-hitam ku. sebenarnya waktu di parkiran kostn, saya sudah merasakan ada something trouble dengan sepedaku. saya cek ban belakang, eh ternyata bannya saya bocor. dan begonya lagi gitu tetep saya naiki selagi nyari tukang tambal ban. gag terlalu jauh dari kostn, ada tukang tambal ban, saya sodorkan saja sepeda saya ke mas tukangnya.
-beberapa menit kemudian-
mas tukang : "mbak, ini bannya gag bocor lagi, rusak dan harus diganti"
saya : "lho iya ta mas..? waduh.. kalo ganti ban berapa mas? lama gag mas?"
(cuma mikir : nyampek rumah jam berapa ini mana pulang sendiri)
mas tukang : "ganti ban 35 ribu mbak, gag lama kog, cuma bentar"
saya : "ya west mas, ganti aja"
(mikir lagi : kalo gag digantipun masak bisa jalan sepedaku, lhawong ban wes hancur jaya gitu.. hha)

-beberapa menit kemudian-
selagi mas tukangnya benerin, yang ada dipikiran saya: pulang apa gag ya? kalo pulang ntar kemaleman, jalanan sepi, pulang gag ya? pulang gag ya..?

setelah mas tukangnya mengoperasi ban saya, sayapun mengecek kondisi ban saya. dan ternyataa...
tidaakk... stiker ban sepedaku sebagian ada yang ngelupas..haishhh,,>_<
dengan berat hati saya memberikan uang kepada mas tukangnya, berat hati karena mas nya telah menghancurkan stiker di ban saya, dan berterimakasih juga telah meng-operasi ban sepeda saya dan perjalanan tetap saya lanjutkan,, Pulanggg......... :D
dan untung saja, saya nyampek di rumah ayah dan ibu belum pulang, jadi untuk kali ini, pulang malem saya terselamatkan.. :P

dimana ada niat, di situ pasti ada jalan...

Rabu, 07 Desember 2011

Sebuah keinginan yang terbaik buat kita semua

"tidak ada suatu proses yang sengaja dibuat untuk mempersulit kalian, kita sebagai dosen hanya ingin memberikan yang terbaik buat kalian"

Sebuah kutipan yang saya dapat di hari ini, di sebuah gedung auditorium, dengan peserta adalah mahasiswa tingkat akhir. itu adalah akhir dari sebuah kalimat yang dilontarkan oleh salah satu dosen saya. saya tahu semua pasti menginginkan yang terbaik buat semuannya, namun kadar dari "terbaik" itupun berbeda-beda.bisa jadi, kita tidak bisa maju ujian proposal tahap 1, itu yang terbaik buat kita. tidak bisa lulus tanpa revisi pada ujian proposal tahap 1, itu juga yang terbaik buat kita.tolak ukur dari sebuah kata "terbaik" itu berada pada persepsi masing-masing orang.
ada sebuah kalimat yang tentunya sering kita dengar.

"Belum tentu apa yang menurut kita itu terbaik buat kita, baik juga dimata Allah"

kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a agar diberikan yang terbaik oleh Allah. hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk bisa jadi yang terbaik buat orang-orang sekeliling kita.
buat ayah dan ibu kita yang telah mencurahkan seluruh kasih sayangnya dan do'a-do'a yang dipanjatkan disetiap sujudnya. buat keluarga kita, saudara-saudara kita yang selalu mendukung,memberi support agar tetap bisa berdiri tegak dikala yang lain sedang runtuh.
buat dosen-dosen kita yang senantiasa tanpa pamrih memberikan ilmu kepada kita supaya kelak kita menjadi insan yang mulia. buat semua orang yang selalu ada disaat kita membutuhkannya, teman-teman yang ada disamping kita bukan di kala senang, namun selalu ada disaat kita sedang membutuhkan dukungannya. kita ada untuk mereka yang telah memberi warna pada hidup kita, ada untuk membahagiakan mereka, ada untuk senantiasa bersyukur memiliki mereka. hanya bisa melakukan yang menurut kita itu terbaik buat semuanya. walaupun mungkin pandangan orang itu bukan yang terbaik buat semua. semoga senantiasa hari-hari yang kita lalui kedepan memberikan manfaat buat semua orang. karena...

"sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat buat orang lain"

saya yakin, apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri.
bukan percaya pada karma, tetapi lebih meyakini bahwa apa yang kita lakukan selalu kembali kepada kita.entah apa itu hal buruk ataupun yang kurang baik, semua pasti akan kembali kepada kita.

dan saya hanya bisa berharap kepada bapak ibu dosen,, mohon jangan persulit prosedur saya untuk mencapai kelulusan, saya tahu bapak ibu gencat-gancatnya mengatakan
"dosen itu tidak mempersulit kalian, kalian sendiri yang membuatnya menjadi sulit"
saya percaya bahwa bapak ibu dosen tidak semuanya memiliki pribadi yang mungkin bisa dikatakan "luar biasa".saya sangat berterima kasih sekali pada bapak ibu yang mendedikasikan hidupnya untuk membagi ilmunya tanpa pamrih,,saya hanya mahasiswa yang IP nya juga tidak di atas rata2 namun memiliki semangat tinggi untuk bisa.saya bukan mencoba menggurui hanya mencoba sedikit mengingkatkan..coba bayangkan saja, anak bapak-ibu dosen sendiri sedang melakukan sidang ujian proposalnya,pasti bapak-ibu sangat cemas dengan keadaan,
bagaimana ya sidang anak ku?
apakah nanti anakku bisa menjelaskan Laporan Akhirnya dengan lancar?
semoga nanti dosen pengujinya melontarkan pertanyaan yang sesuai?
dan lain sebagainya.. begitu juga ayah dan ibu saya pak bu dosen,, oleh karena itu, saya tidak memohon kepada bapak ibu dosen supaya ujian nantinya tidak banyak pertanyaan yang Anda lontarkan,karena saya tahu, pertanyaan-pertanyaan yang Anda lontarkan adalah demi keberhasilan aplikasi saya nanti,saya cuma berharap, bapak ibu dosen bisa memposisikan diri selaknya, cuma berharap untuk menguji dengan selayaknya.bayangkan saja jika anak Anda mengalami ujian yang luar biasa hebatnya (ujian yang mengguncang mentalnya,red)
ahh saya rasa tidak perlu dideskripsikan bagaimana perasaannya, saya rasa Anda sudah pasti bisa merasakannya sendiri...

saya adalah mahasiswa tingkat akhir, yang hanya bisa melakukan apa yang menurut saya itu terbaik buat semua orang.hanya bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat proses kelulusan saya ini lancar.hanya bisa melakukan yang memang saya mampu untuk melakukan.dan buat orang-orang yang merasa bahwa sebuah sikap yang menurut saya itu terbaik namun menurut Anda kurang baik.saya mohon maaf, sebuah permohonan maaf bukan semata-mata karena semua salah saya, karena saya hanyalah manusia yang mencoba melakukan yang terbaik buat semua orang..

tak ada manusia yang sempurna di dunia ini...